Translate

Ilmu Penarikan Kesimpulan

Ilmu Penarikan Kesimpulan

Metode ilmu penarikan kesimpulan adalah suatu metode yang sudah ada sejak dulu berakar dari ilmu matematika. Ilmu ini terus berkembang untuk membantu berbagai banyak bidang seperti bidang ekonomi, sosial, agama, dapat juga dilakukan untuk memecahkan suatu kasus masalah yang melibatkan tindakan kriminal, kejahatan atau yang melanggar perundang-undangan(biasanya digunakan detektif), dll.

Aturan dalam penarikan kesimpulan

Argumen

Argumen merupakan serangkain pernyataan-pernyataan yang mempunyai ungkapan pernyataan penarikan kesimpulan.Argumen terdiri dari pernyataan-pernyataan yang terbagi atas dua kelompok, yakni kelompok pernyataan sebelum kata  "jadi", yang disebut premis-premis, dan kelompok lain yang hanya terdiri atas suatu pernyataan dinamakan konklusi. (Kusumah, 1986).

Contoh dari suatu argumen .

Jika Pak Andi seorang dokter, maka Pak andi bisa mengobati orang sakit.
Pak Andi adalah seorang dokter.
Maka, Pak Andi bisa mengobati orang sakit.

Argumen tersebut bisa juga dapat dinyatan dalam suatu bentuk simbol-simbol.

P: Pak Andi Seorang Dokter
Q:Pak andi bisa mengobati orang sakit.

P → Q
P
maka, P 

selain menggunakan metode simbol, sebenarnya banyak cara seperti menggunakan cara pernyataan kondisional (majemuk implikasi).

Metode Deduksi adalah salah satu cara yang bisa digunakan

  •        Salah satu metode yang digunakan untuk menarik suatu kesimpulan berdasarkan pernyataan atau premis-premis yang diketahui.
  •        Metoda deduksi ini menggunakan aturan-aturan penalaran, ekivalensi logik dan tautologi.
  •        Untuk mempermudah operasi penurunan digunakan operator-operator lama sbb:


Asumsi salah :
1. membuktikan valid tdknya kalimat
2. membuktikan apkh kal tsb merupkan konsek logik
3. If (A and B and C) then D
4. D= kesimpulan /konsekuensi/hasil penalaran
5. A,B,C = argumen/premis/penyebab
Metode Deduksi
  •        Metoda Deduksi hanya dapat menunjukkan bahwa kesimpulan dari suatu penalaran valid; yaitu Jika kesimpulan yang diperoleh dapat dicapai/dibuktikan dengan aturan yang ada

  •        Jika tidak dapat menarik suatu kesimpulan dengan metoda deduksi, maka tidak berarti penalaran tersebut tidak valid. Ketidakvalidan suatu penalaran harus tetap dibuktikan secara eksplisit dengan Tabel Kebenaran atau Analisis Asumsi Salah (Falsification).

Aturan Penalaran Dasar

KONJUNGSI
         Jika diketahui proposisi P dan Q TRUE maka dapat disimpulkan bahwa penalaran berbentuk konjungsi (P ˄ Q) juga akan bernilai TRUE.




SIMPLIFIKASI
               Jika penalaran berbentuk konjungsi (P ˄ Q) bernilai TRUE maka dapat disimpulkan bahwa proposisi unsur pembentuknya, yaitu P dan Q TRUE .


ADDITION DISJUNGSI
               Jika diketahui suatu proposisi P bernilai TRUE maka dapat disimpulkan bahwa proposisi disjungsi dengan proposisi lain juga bernilai TRUE.
               

SILOGISME DISJUNGTIVE
             Jika diketahui disjungsi (P ˅ Q)bernilai TRUE dan salah satu proposisi pembentuknya FALSE                      maka dapat ditarik kesimpulan proposisi yang lain TRUE.


MODUS PONEN
               Jika kondisional (P Ɔ Q) TRUE dimana antisendennya TRUE maka dapat disimpulkan bahwa konsekuen harus TRUE.
MODUS TOLLENS
               Jika kondisional  (P Ɔ Q)TRUE; dimana konsekuennya FALSE maka dapat disimpulkan bahwa antisenden harus FALSE.

SILOGISME HIPOTETIK
               Jika diketahui 2 buah kondisional yang berkesinambungan maka dapat disimpulkan suatu kalimat kondisional yang baru.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tolong berkomentar dengan artikel yang ditautkan. Komentar yang mengarah ke tindakan sara dan spam akan di hapus atau terjaring secara otomatis oleh spam filter.